Bandar Lampung – DPRD Kota Bandar Lampung menggelar hearing lintas Komisi I dan Komisi IV untuk mempertanyakan kejelasan alokasi anggaran program wisata rohani yang bersumber dari APBD 2026.
Rapat ini juga digelar menyikapi kejadian meninggalnya salah satu peserta program wisata rohani yang berasal dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan menghadirkan Dinas Pendidikan, PGRI, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta pihak travel.
Sekretaris Komisi I, Endang Asnawi, menpertanyakan hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait kriteria penerima manfaat dan mekanisme penentuan peserta dalam pemberian program wisata rohani.
Menurutnya, ketidakjelasan itu berpotensi menimbulkan problem serius dan kecemburuan sosial di masyarakat.
“Yang kami pertanyakan adalah kriteria pesertanya.Siapa yang berhak ikut, bagaimana mekanisme penunjukannya, dan apakah sudah sesuai dengan asas keadilan serta pemerataan,” tegas Asnawi pada Selasa, (20/1/2026).
Ia menekankan bahwa, setiap program yang menggunakan anggaran daerah harus disusun secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal senada diungkap Wakil Ketua Komisi I Romi Husin, Ia turut menyoroti manfaat program tersebut agar benar-benar sejalan dengan tujuan pembinaan keagamaan dan sosial, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kita tau anggaran untuk program wisata Rohani ini mencapai 5 Miliar namun yang sudah terpakai 1.3 M dalam perjalan Wisata rohani yang pesertanya dari pihak PGRI yang telah di berangkatkan oleh pihak Trevel ,” kata Romi Husin.
Lebih lanjut Romi Husin menegaskan bahwa DPRD Kota Bandar Lampung akan terus melakukan pengawasan terhadap program wisata rohani agar penggunaan anggaran daerah tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Nah,untuk memperjelas kembali terkait penggunaan anggaran ini dalam waktu dekat komisi I DPRD kota Bandarlampung akan agendakan kembali hering dengan pihak Kesra dan bagian hukum pemkot Bandarlampung ” jelasnya.
Sementara itu, dijelaskan Plt. Kabag Kesra Sekertariat Daerah Pemerintah Kota Bandar Lampung Joni Asman, secara substansi program wisata Rohani tersebut bertujuan untuk meningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat.
Dia mengurai, pada tahun ini Pemda Kota mengalokasikan sebanyak Rp 5 miliar untuk program yang bersumber dari APBD 2026.
Sementara realisasinya baru Rp 1.3 untuk pelaksanaan wisata rohani bagi 1000 peserta berasal dari pengurus PGRI.
“ Dari jumlah peserta 1000 yang di anggaran kan hanya 468 peserta yang mengikuti program wisata rohani dan nantinya sisany akan kita berangkatkan kembali dalam program wisata Rohani lanjutnya,” ungkapnya.
(Rls)

















