Example 728x250

Gubernur Mirza Gandeng BI Perkuat Tata Niaga Komoditas Strategis Lampung

banner 120x600
banner 468x60

Bandar Lampung,-Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggelar rapat Rekomendasi Penguatan Kinerja Komoditas Strategis sekaligus rapat dengan Bank Indonesia (BI), Kamis (5/2/2026)

Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui penguatan sektor-sektor utama, khususnya pertanian dan tata niaga komoditas.

banner 325x300

“Kami meminta BI untuk terus mendampingi Provinsi Lampung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan, sekaligus menjaga keseimbangan agar pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak pada kemakmuran masyarakat,” ujar Mirza.

Mirza melanjutkan, sepanjang 2025 Pemprov Lampung telah melakukan pemetaan dan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang selama ini menjadi bottleneck pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu fokus utama adalah perbaikan tata niaga komoditas strategis.

“Permasalahan tata niaga gabah, singkong, jagung, cabai, hingga pengendalian inflasi sudah mulai kita benahi. Setelah pemetaan ini, kita dorong agar tercipta nilai tambah yang lebih besar, terutama di desa,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan menjaga harga, tetapi juga menata keseimbangan antara suplai dan permintaan. Komoditas seperti cabai, misalnya, harus diatur distribusinya agar tidak terjadi kelebihan pasokan maupun kelangkaan.

“Kalau sedang surplus produksi, harus ada langkah lanjutan seperti hilirisasi atau diversifikasi produk. Ini penting agar petani tetap mendapatkan nilai tambah,” tegas Mirza.

Gubernur Mirza juga menyoroti rantai distribusi yang masih panjang dan tidak efisien pada sejumlah komoditas, seperti jagung dan ayam. Proses produksi hingga pemasaran yang terlalu berputar dinilai menambah biaya dan menggerus keuntungan di tingkat desa.

“Hal-hal seperti ini sedang kita racik ulang. Setiap persoalan kita susun kembali agar menjadi nilai tambah, dan itu dilakukan di desa. Tujuannya agar uang berputar dan tumbuh dari desa,” katanya.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Lampung memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan. Pola musiman konsumsi masyarakat serta potensi kenaikan harga komoditas strategis telah menjadi perhatian serius.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa peran BI adalah sebagai advisor pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Salah satu strategi utama yang kami dorong adalah penguatan sektor pertanian sebagai lapangan usaha utama Lampung. Kontribusinya besar, namun juga rentan terhadap risiko seperti cuaca ekstrem,” ujar Bimo.

Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan nilai tambah melalui pengolahan produk turunan, agar komoditas pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Ini sejalan dengan kebijakan pusat dan daerah, di mana pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari desa. Penguatan ekonomi desa akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” katanya.

Dengan strategi tersebut, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung ke depan dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Dengan catatan tidak ada gejolak besar dan volatilitas tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi Lampung berpotensi berada di kisaran 5,5 hingga mendekati 6 persen,” pungkas Bimo.(Rls)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *