Tulang Bawang,-Setelah lebih dari 30 tahun warga bergelut dengan jalan rusak, berlumpur saat hujan dan berdebu ketika kemarau, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal akhirnya mengalokasikan anggaran sekitar Rp135 miliar untuk memperbaiki ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang.
Gubernur Mirza memastikan perbaikan dimulai tahun ini. Dari total panjang ruas sekitar 31 kilometer, Pemprov Lampung memfokuskan penanganan sepanjang 13,5 kilometer di wilayah Rawa Pitu pada 2026.
Gubernur Mirza menegaskan, proyek tersebut sebenarnya telah masuk dalam perencanaan sejak 2025 dan memang diproyeksikan untuk dikerjakan pada 2026.
“Perencanaan sudah masuk sejak tahun lalu. Sekarang kita percepat pelaksanaannya agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” tegasnya, Rabu (5/3/2026)
Saat ini, proyek perbaikan jalan Gedong Aji–Umbul Mesir telah memasuki tahap tender. Pemprov Lampung bahkan mendorong percepatan jadwal pelaksanaan agar pengerjaan bisa dimulai lebih awal dari rencana semula.
“Sekarang sedang proses tender. Yang tadinya dijadwalkan mulai Mei, kita dorong supaya awal April sudah bisa mulai dikerjakan,” jelasnya.
Rawa Pitu dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Lampung, selain komoditas sawit dan karet. Ruas tersebut menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, terutama saat musim panen.
“Kawasan ini penghasil padi dalam jumlah besar. Kalau jalannya tidak layak, biaya angkut naik, harga di petani tertekan. Maka perbaikan jalan ini langsung berdampak pada kesejahteraan,” ujar Gubernur Mirza.
Perbaikan dilakukan secara bertahap hingga 2027. Tahun ini, sejumlah segmen akan dibangun dengan konstruksi rigid beton. Sementara bagian lain yang belum masuk pengerjaan utama akan diperkuat dengan lapisan dasar (base) guna mencegah kendaraan terperosok saat musim hujan.
“Yang penting konektivitasnya dulu kita pulihkan. Tidak boleh lagi ada kendaraan terjebak lumpur,” tambahnya.
Kehadiran Gubernur Mirza disambut antusias warga. Subari, warga Rawa Pitu, menyebut kondisi jalan selama lebih dari 30 tahun sangat menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama saat hujan dan kemarau.
“Kami sudah lama menunggu. Jalan ini sangat menentukan penghasilan kami. Alhamdulillah sekarang benar-benar mulai dikerjakan,” ujarnya.
Kepala Desa Sumber Agung, Sahel S., turut mengapresiasi langkah Pemprov Lampung. Menurutnya, ruas tersebut merupakan akses vital bagi sekitar 3.000 penduduk desa dan menjadi penghubung utama menuju Kecamatan Penawar Aji.
“Ini bukan tambal sulam. Langsung beton. Kami berharap bisa dilanjutkan sampai tuntas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza juga meninjau ruas jalan Sp. Unit VIII–Gedong Aji di Kecamatan Banjar Baru sebagai bagian dari percepatan penanganan infrastruktur jalan provinsi.
Melalui langkah tersebut, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya membangun infrastruktur secara terencana dan bertahap guna mendukung sentra produksi pertanian serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
(Rls)

















